Saturday, April 29, 2017

PENTINGNYA ANAK-ANAK BELAJAR DI ALAM


Foto : Dokumentasi Ala Syuk

Anak-anak dan alam berjalan beriringan, atau setidaknya sedikit. Penelitian menunjukkan betapa pentingnya memperkenalkan anak ke alam terutama di tahun-tahun awal. Anak-anak zaman sekarang, terutama anak-anak di dalam kota memiliki kesempatan yang sangat terbatas untuk berhubungan dengan alam. Bagaimana kita bisa mengajari anak-anak kita pentingnya lingkungan jika mereka tidak memiliki hubungan dengan alam?

Nature Preschool adalah salah satu program hebat dimana anak-anak dapat belajar tentang alam dan juga belajar tentang dirinya sendiri saat mereka menyelidiki dan membuat penemuan baru. Diharapkan anak-anak dapat merasakan alam secara langsung, dan anak-anak belajar dalam kelompok usia mereka sendiri.

Anak-anak belajar tentang berbagai serangga dan tumbuhan, namun mereka juga mendapatkan keterampilan sosial dengan belajar bagaimana bekerja sama sebagai satu kelompok. Mereka harus membuat rencana dan saat mereka bekerja, mereka mengkomunikasikan bagaimana membangun sebuah struktur bersama. Ini menciptakan Insinyur masa depan!

Anak-anak juga mengembangkan dan memperoleh kemampuan bahasa. Saat mereka bermain di sungai kecil, mereka belajar bagaimana bendungan dibangun, mereka belajar tentang 'gulma itik', pertumbuhan Polliwog, dan banyak lagi!

Setiap perjalanan membawa penemuan baru. Sepanjang hari kita bisa mendengar anak-anak meneriakkan ungkapan, "Berhenti atas nama Discovery!" Anak-anak akan bergegas berkeliling untuk melihat apa penemuan baru ini. Banyak anak-anak malu-malu di seputar serangga, dan reaksi pertama mereka adalah menginjaknya. Tapi mereka menemukan melalui pembelajaran, bahwa bug sangat berharga bagi lingkungan. Mereka datang untuk menikmati bug, dan banyak dari mereka merasa cukup percaya diri untuk memegangnya.

Ketika mereka berkesempatan untuk melakukannya, maka dapat membawa penemuan ke sekolah sehingga bisa memperluas pengetahuan dan pembelajaran. Mereka menemukan biji polong dari pohon belalang madu. Benih biji panjang dan keriting, dan anak-anak penuh rasa ingin tahu. Mereka kembali ke sekolah dan meneliti semua tentang biji polong. Mereka melukis polong, dan menggantungnya di kelas.

Mereka mengumpulkan daun dengan berbagai warna dan bentuk. Mereka menggunakan komputer untuk membantu mengklasifikasikan dedaunan. Mereka menggunakan kacamata pembesar untuk membantu penyelidikan tersebut.

Mereka memiliki kesempatan untuk mengamati burung. Anak-anak sangat penasaran dengan burung hantu. Lalu guru membaca buku dan mempelajari semua tentang burung hantu. Kemudian memesan pelet burung hantu yang memberi kesempatan untuk memeriksanya dan membedahnya. Siswa belajar banyak!

Oleh Kontributor Tamu Debra Deacon, M.Ed., Guru Utama di Kinder Academy


Sumber :
http://www.schuylkillcenter.org

No comments:
Write comments