Tuesday, April 25, 2017

GURU IBARAT TUKANG KEBUN....!!!




Sebuah kelas ibarat taman, para siswa adalah bibit dan gurunya adalah tukang kebun. Setiap kali para siswa memasuki taman, tanggung jawab guru untuk mengatur aktivitas yang menarik, dipenuhi dengan makanan dan tantangan, yang memungkinkan siswa tumbuh kuat dan tinggi pada kemegahan alami mereka.

"Tukang kebun tidak bisa mengendalikan pertumbuhan tanaman mereka. Namun satu hal yang pasti. Jika bibit tidak ditanam, tidak ada yang tumbuh sama sekali."

Guru harus bersabar dengan bibit, karena tidak peduli berapa banyak air atau seberapa banyak sinar matahari yang mereka terima, mereka semua adalah individu, dan akibatnya, mereka semua akan tumbuh dengan cara mereka sendiri, dengan cara mereka sendiri, selama waktu mereka sendiri; tidak ada yang sama

Beberapa siswa akan mekar lebih awal dan beberapa akan mekar belakangan. Beberapa akan memerlukan perhatian ekstra dan beberapa akan memerlukan dorongan tambahan. Beberapa akan tumbuh dengan kehendak liar mereka sendiri, seolah mencoba menahannya akan sama berbahayanya dengan mencoba mengunci angin di sebuah ruangan. Dan sesekali, sayangnya, akan ada orang yang menolak untuk tumbuh sama sekali.

Tukang kebun tidak bisa mengendalikan pertumbuhan tanaman mereka. Namun satu hal yang pasti. Jika bibit tidak ditanam, tidak ada yang tumbuh sama sekali.

Seorang guru hanya sebagus bunga yang tumbuh di kebunnya.

Selama bertahun-tahun, ribuan anak-anak dan orang tua telah menaruh kepercayaan mereka pada bimbingan guru. Ini adalah tanggung jawab yang besar bagi seorang guru. Itu adalah salah satu yang sangat dihargai. Kepercayaan seperti itu telah memberi rasa hangat dan berharga.

Sesekali siswa datang; sang guru selalu mengagumi siapa mereka dan bagaimana mereka berevolusi. Guru tidak bisa menahan diri sejenak untuk menatap mereka saat mereka berdiri di depannya dengan segala kemegahan mereka. Sang guru ingin mengatakan, "Lihatlah dirimu! Hanya ada satu dari kalian, dan saya cukup beruntung menjadi bagian dari hidup kalian saat kalian masih menjadi benih." Ini selalu sangat berat bagi guru.

Betapa mulianya profesi ini; betapa beruntungnya guru. Apa yang bisa lebih baik dari ini?

Sekarang setelah ribuan siswa, ribuan pelajaran, ribuan tantangan, guru sangat bangga dengan kebunnya yang terus berkembang yang bunganya tersebar di seluruh dunia.

Mereka adalah guru; mereka adalah tukang kebun, dan itu membuat perbedaan.


Sumber :
http://www.eltnews.com/

No comments:
Write comments