Tuesday, May 2, 2017

INILAH SEJARAH HARI PENDIDIKAN NASIONAL 2 MEI


Foto : Dokumentasi Niswan Huda

Setiap Tanggal 2 Mei Bangsa Indonesia memperingati Hari Pendidikan Nasional atau lebih dikenal dengan singkatan HARDIKNAS. Hari ini bertepatan dengan kelahiran sosok pejuang bangsa yaitu Bapak Ki Hadjar Dewantara yang tidak kenal lelah memperjuangkan nasib rakyat pribumi agar bisa memperoleh pendidikan yang layak.

Pada saat itu ketika masa penjajahan pemerintahan kolonial Belanda di Indonesia, terdapat kenyataan bahwa hanya mereka keturunan Belanda dan orang-orang kaya saja yang bisa memperoleh pendidikan, sedangkan rakyat pribumi sengaja dibiarkan buta huruf dan tidak bisa mengenal pendidikan.

Ki Hadjar Dewantara yang memiliki nama asli R.M. Suwardi Suryaningrat lahir dari keluarga ningrat di Yogyakarta, 2 Mei 1889.  Setelah menyelesaikan pendidikan dasar, Ia mengenyam pendidikan di STOVIA, namun tidak dapat menyelesaikannya karena sakit. Akhirnya, Ia bekerja menjadi seorang wartawan di beberapa media surat kabar, seperti De Express, Utusan Hindia, dan Kaum Muda.

Selama era kolonialisme Belanda, ia dikenal karena berani menentang kebijakan pendidikan pemerintah Hindia Belanda pada masa itu, yang hanya memperbolehkan anak-anak kelahiran Belanda atau kaum priyayi yang bisa mengenyam bangku pendidikan.

Kritiknya terhadap kebijakan pemerintah kolonial menyebabkan ia diasingkan ke Belanda bersama dua rekannya, Ernest Douwes Dekker dan Tjipto Mangoenkoesoemo. Ketiga tokoh ini kemudian dikenal sebagai "Tiga Serangkai".

Setelah kembali ke Indonesia, ia kemudian mendirikan sebuah lembaga pendidikan Nationaal Onderwijs Instituut Tamansiswa atau Perguruan Nasional Tamansiswa.

Semboyan Ki Hadjar Dewantara :
1. Ing ngarso sung tulodo (Di depan memberi contoh)

Di depan memberi contoh maksudnya adalah apabila kita menjadi seorang pemimpin hendaklah mampu untuk memberikan contoh atau teladan yang baik bagi orang yang dipimpinnya maupun orang di sekitarnya. Jadi salah satu ajaran utama dari Ki Hajar adalah masalah keteladanan.

2. Ing madyo mangun karso (Di tengah memberi semangat)

Semboyan yang kedua adalah di tengah memberi/menggugah/membangkitkan semangat. Dapat diartikan bahwa ada bentuk kemauan dan niat yang kuat, dimanapun dan kapanpun seseorang dengan berbagai profesinya harus mampu menggugah semangat orang-orang di sekelilingnya untuk meraih cita-cita yang diinginkannya. Semua itu bermanfaat untuk menciptakan suasana kondusif yang penuh kedamaian dan kesejahteraan.

3.  Tut wuri handayani (Di belakang memberi dorongan)

Tut wuri handayani berarti di belakangan memberi dorongan moral atau dorongan semangat. Hal tersebut sangat penting terutama dalam kondisi down atau jatuh. Dorongan moral dan semangat dari para pengikut mampu membangkitkan semangat para pejuang dan menjadi modal dasar seorang pemimpin guna memimpin dengan arif dan bijaksana. Satu kesatuan yang sungguh luar biasa.

Semboyan pendidikan Ki Hajar Dewantara adalah bukti otentik betapa tingginya budaya nusantara ini, ajaran yang sungguh mulia dalam membangun sebuah peradaban. Kapanpun dan dimanapun apabila suatu bangsa ingin membangun peradaban yang tinggi hendaklah dia menjunjung tinggi budaya leluhur yang telah terbukti pada jaman sebelumnya.


Sumber :
http://www.kembar.pro
http://nationalgeographic.co.id
http://www.revolusiilmiah.com

Saturday, April 29, 2017

PENTINGNYA ANAK-ANAK BELAJAR DI ALAM


Foto : Dokumentasi Ala Syuk

Anak-anak dan alam berjalan beriringan, atau setidaknya sedikit. Penelitian menunjukkan betapa pentingnya memperkenalkan anak ke alam terutama di tahun-tahun awal. Anak-anak zaman sekarang, terutama anak-anak di dalam kota memiliki kesempatan yang sangat terbatas untuk berhubungan dengan alam. Bagaimana kita bisa mengajari anak-anak kita pentingnya lingkungan jika mereka tidak memiliki hubungan dengan alam?

Nature Preschool adalah salah satu program hebat dimana anak-anak dapat belajar tentang alam dan juga belajar tentang dirinya sendiri saat mereka menyelidiki dan membuat penemuan baru. Diharapkan anak-anak dapat merasakan alam secara langsung, dan anak-anak belajar dalam kelompok usia mereka sendiri.

Anak-anak belajar tentang berbagai serangga dan tumbuhan, namun mereka juga mendapatkan keterampilan sosial dengan belajar bagaimana bekerja sama sebagai satu kelompok. Mereka harus membuat rencana dan saat mereka bekerja, mereka mengkomunikasikan bagaimana membangun sebuah struktur bersama. Ini menciptakan Insinyur masa depan!

Anak-anak juga mengembangkan dan memperoleh kemampuan bahasa. Saat mereka bermain di sungai kecil, mereka belajar bagaimana bendungan dibangun, mereka belajar tentang 'gulma itik', pertumbuhan Polliwog, dan banyak lagi!

Setiap perjalanan membawa penemuan baru. Sepanjang hari kita bisa mendengar anak-anak meneriakkan ungkapan, "Berhenti atas nama Discovery!" Anak-anak akan bergegas berkeliling untuk melihat apa penemuan baru ini. Banyak anak-anak malu-malu di seputar serangga, dan reaksi pertama mereka adalah menginjaknya. Tapi mereka menemukan melalui pembelajaran, bahwa bug sangat berharga bagi lingkungan. Mereka datang untuk menikmati bug, dan banyak dari mereka merasa cukup percaya diri untuk memegangnya.

Ketika mereka berkesempatan untuk melakukannya, maka dapat membawa penemuan ke sekolah sehingga bisa memperluas pengetahuan dan pembelajaran. Mereka menemukan biji polong dari pohon belalang madu. Benih biji panjang dan keriting, dan anak-anak penuh rasa ingin tahu. Mereka kembali ke sekolah dan meneliti semua tentang biji polong. Mereka melukis polong, dan menggantungnya di kelas.

Mereka mengumpulkan daun dengan berbagai warna dan bentuk. Mereka menggunakan komputer untuk membantu mengklasifikasikan dedaunan. Mereka menggunakan kacamata pembesar untuk membantu penyelidikan tersebut.

Mereka memiliki kesempatan untuk mengamati burung. Anak-anak sangat penasaran dengan burung hantu. Lalu guru membaca buku dan mempelajari semua tentang burung hantu. Kemudian memesan pelet burung hantu yang memberi kesempatan untuk memeriksanya dan membedahnya. Siswa belajar banyak!

Oleh Kontributor Tamu Debra Deacon, M.Ed., Guru Utama di Kinder Academy


Sumber :
http://www.schuylkillcenter.org

Tuesday, April 25, 2017

GURU IBARAT TUKANG KEBUN....!!!




Sebuah kelas ibarat taman, para siswa adalah bibit dan gurunya adalah tukang kebun. Setiap kali para siswa memasuki taman, tanggung jawab guru untuk mengatur aktivitas yang menarik, dipenuhi dengan makanan dan tantangan, yang memungkinkan siswa tumbuh kuat dan tinggi pada kemegahan alami mereka.

"Tukang kebun tidak bisa mengendalikan pertumbuhan tanaman mereka. Namun satu hal yang pasti. Jika bibit tidak ditanam, tidak ada yang tumbuh sama sekali."

Guru harus bersabar dengan bibit, karena tidak peduli berapa banyak air atau seberapa banyak sinar matahari yang mereka terima, mereka semua adalah individu, dan akibatnya, mereka semua akan tumbuh dengan cara mereka sendiri, dengan cara mereka sendiri, selama waktu mereka sendiri; tidak ada yang sama

Beberapa siswa akan mekar lebih awal dan beberapa akan mekar belakangan. Beberapa akan memerlukan perhatian ekstra dan beberapa akan memerlukan dorongan tambahan. Beberapa akan tumbuh dengan kehendak liar mereka sendiri, seolah mencoba menahannya akan sama berbahayanya dengan mencoba mengunci angin di sebuah ruangan. Dan sesekali, sayangnya, akan ada orang yang menolak untuk tumbuh sama sekali.

Tukang kebun tidak bisa mengendalikan pertumbuhan tanaman mereka. Namun satu hal yang pasti. Jika bibit tidak ditanam, tidak ada yang tumbuh sama sekali.

Seorang guru hanya sebagus bunga yang tumbuh di kebunnya.

Selama bertahun-tahun, ribuan anak-anak dan orang tua telah menaruh kepercayaan mereka pada bimbingan guru. Ini adalah tanggung jawab yang besar bagi seorang guru. Itu adalah salah satu yang sangat dihargai. Kepercayaan seperti itu telah memberi rasa hangat dan berharga.

Sesekali siswa datang; sang guru selalu mengagumi siapa mereka dan bagaimana mereka berevolusi. Guru tidak bisa menahan diri sejenak untuk menatap mereka saat mereka berdiri di depannya dengan segala kemegahan mereka. Sang guru ingin mengatakan, "Lihatlah dirimu! Hanya ada satu dari kalian, dan saya cukup beruntung menjadi bagian dari hidup kalian saat kalian masih menjadi benih." Ini selalu sangat berat bagi guru.

Betapa mulianya profesi ini; betapa beruntungnya guru. Apa yang bisa lebih baik dari ini?

Sekarang setelah ribuan siswa, ribuan pelajaran, ribuan tantangan, guru sangat bangga dengan kebunnya yang terus berkembang yang bunganya tersebar di seluruh dunia.

Mereka adalah guru; mereka adalah tukang kebun, dan itu membuat perbedaan.


Sumber :
http://www.eltnews.com/

Monday, April 24, 2017

10 FAKTA TENTANG GURU YANG AKAN MEMBUAT KAMU BANGGA




Dengan pendidikan publik yang saat ini sedang diserang dari berbagai sisi, penting sebagai pendidik, menjadi pendukung dalam profesi. Guru perlu mempersenjatai diri dengan fakta, mengapa harus bangga dengan apa yang dilakukan guru, dan seberapa baik mereka melakukannya.

Berdasarkan pemikiran tersebut, berikut adalah daftar 10 fakta menarik yang patut dibanggakan oleh seorang guru. Bacalah dan kemudian bagikan kepada semua orang yang Anda kenal!

Dari mana fakta ini berasal?

Sejak 2009, Scholastic and the Bill dan Melinda Gates Foundation telah menerbitkan Primary Sources. Ini adalah survei yang diambil oleh ribuan guru Amerika mengenai isu-isu yang penting bagi pendidikan publik di negara ini hari ini.

Bukan dengan uang.

99% guru yang disurvei mengatakan bahwa guru "efektif dan terlibat" sangat penting atau sangat penting untuk memastikan prestasi akademik siswa.

Guru bekerja sama seperti orang lain (mungkin sedikit lebih!):

Laporan tersebut menghitung semua jam yang dihabiskan guru selama jam sekolah, bekerja di sekolah sebelum atau sesudah jam sekolah, waktu yang dihabiskan untuk bekerja di luar sekolah, dan pada kegiatan ekstrakurikuler seperti pembinaan atau klub. Data menunjukkan bahwa rata-rata guru bekerja 10 jam dan 40 menit sehari. Itu adalah minggu kerja 53 jam!

Guru mengatakan bahwa masa jabatan seharusnya tidak melindungi guru yang tidak efektif.

Hampir 9 dari 10 guru yang disurvei untuk laporan tersebut menginginkan agar masa jabatan menjadi cerminan efektif dari keefektifan guru. 92% dari 10.000 guru yang disurvei mengatakan bahwa masa jabatan tidak boleh melindungi guru yang tidak efektif. Akhirnya, 80% dari survei guru mengatakan bahwa masa jabatan mereka harus dievaluasi ulang pada berbagai interval sepanjang karir mereka untuk memastikan mereka mempertahankan standar yang tinggi.

Guru tidak nongkrong bergosip di ruang guru.

Selama rata-rata hari sekolah, guru menghabiskan:
  • Rata-rata hampir 5 jam pelajaran (di kelas dan memberikan les atau dukungan akademis ekstra)
  • Sekitar 36 menit pada pengawasan dan disiplin mahasiswa
  • 45 menit merencanakan, mempersiapkan, atau berkolaborasi dengan rekan kerja
  • 36 menit dihabiskan untuk penilaian, pendokumentasian, dan analisis pekerjaan siswa
  • Hampir 15 menit berkomunikasi dengan orang tua melalui email, telepon, atau pertemuan tatap muka
Itu tidak termasuk guru yang disurvei dengan 23 menit untuk makan siang dan waktu pribadi!


Guru tidak menentang pengujian standar. Guru hanya berpikir ada cara yang lebih baik untuk menilai pembelajaran siswa.

Yang luar biasa, guru menempatkan kinerja kelas - termasuk tugas kelas, penilaian formatif, dan partisipasi kelas jauh di depan tes standar dan alat penilaian formal lainnya. Guru menyadari pentingnya menguasai keterampilan dan konsep, bukan ujian pilihan ganda.

Guru khawatir tentang begitu banyak tes sehingga siswa tidak menganggap semua itu serius.

Guru menunjukkan bahwa siswa tampaknya "menggebu-gebu" pada tes standar saat mereka berpindah dari sekolah dasar ke sekolah menengah ke atas. 51% guru sekolah dasar melaporkan bahwa siswa melakukan tes penting ini dengan serius dan melakukan yang terbaik dari kemampuan mereka. Di sekolah menengah, persentase tersebut turun menjadi 43%, dan di SMA, hanya 36% guru yang disurvei merasa bahwa siswa mereka melakukan penilaian dengan serius.

Guru tidak takut dengan evaluasi.

94% guru yang disurvei menginginkan evaluasi diri formal tahunan. 81% menginginkan ulasan sejawat tahunan pengajaran mereka. Dua dari tiga guru mengatakan bahwa penilaian pengetahuan area konten mereka harus dilakukan setiap tahun, namun hanya seperempat guru yang bekerja di sekolah dimana hal ini terjadi. Menariknya, sebagian besar guru yang disurvei (sekitar 80%) tidak hanya menginginkan administrator dan rekan guru mereka mengevaluasi dan memberi umpan balik mengenai apa yang mereka lakukan, namun juga tertarik untuk menerima evaluasi dari orang tua dan siswa. Dengan kata lain, guru ingin evaluasi pekerjaan mereka sering terjadi, dan ingin menerima umpan balik dari berbagai sumber.

Guru percaya bahwa kemampuan mengajar akan berbicara sendiri.

Dengan batas yang sangat besar, 10.000 guru yang disurvei menyatakan bahwa pertumbuhan siswa selama tahun ajaran merupakan indikator yang mereka rasa harus memainkan peran terbesar dalam mengevaluasi dan / atau mengukur kinerjanya. 85% guru menyatakan bahwa ini harus memberi kontribusi "kesepakatan besar atau jumlah yang moderat." Pilihan terdekat berikutnya adalah "Observasi dan ulasan utama" yang hanya menerima 29%.

Guru melihat siswa dengan tantangan lebih dari sebelumnya.

62% guru yang disurvei melaporkan melihat peningkatan pada siswa yang masalah tingkah laku mereka mengganggu pengajaran sejak mereka mulai mengajar di sekolah. 56% melihat peningkatan jumlah siswa mereka yang hidup dalam kemiskinan dan 49% telah melihat lebih banyak siswa yang tiba di sekolah yang kelaparan. 50% pendidik telah melihat peningkatan Pembelajar Bahasa Inggris.

Dalam profesi ini guru tidak mencari uang.

Saat meminta lima faktor terpenting untuk mempertahankan guru yang baik:
  • 97% mencantumkan kepemimpinan suportif sebagai faktor terpenting
  • 93% mencantumkan lebih banyak keterlibatan keluarga dalam pendidikan siswa
  • 91% mencantumkan lebih banyak bantuan bagi siswa yang memiliki masalah perilaku atau masalah lain yang mengganggu pembelajaran
  • 90% akses ke kurikulum dan sumber pengajaran berkualitas tinggi
  • 89% waktu bagi guru untuk berkolaborasi
Ini hanya beberapa poin penting dari laporan ini, jadi diharapkan Anda meluangkan waktu untuk membaca sepenuhnya. Guru bekerja keras, ingin menjadi yang terbaik yang bisa dilakukan pada pekerjaannya, ingin dievaluasi sesering mungkin dan ingin guru yang buruk ditunjukkan di pintu. Mereka melakukan ini karena senang bekerja dengan siswa dan memberi inspirasi pada mereka kecintaan untuk belajar yang semoga bisa bertahan seumur hidup. 


Sumber :

Friday, April 21, 2017

INILAH 7 KARAKTERISTIK DAN KUALITAS SEORANG GURU YANG BAIK

Setiap guru ingin menjadi guru yang baik, tapi apakah ini mitos tentang menjadi "guru yang baik"? Siapakah mereka? Bagaimana karakteristiknya? Dan bagaimana Anda bisa menjadi nomor satu?


Ada beberapa kualitas yang paling relevan bagi seseorang yang terlibat dalam pekerjaan mengajar. Saya percaya jika seorang guru memiliki karakteristik dan kualitas berikut, dia bisa menjadi guru yang sangat baik.

1. Ramah dan Menyenangkan

Menurut saya karakteristik terpenting seorang guru yang baik adalah bersikap ramah dan menyenangkan bagi murid-muridnya. Ini adalah nilai tambah jika murid-muridnya dapat berbagi cerita dengan sang guru, tanpa merasa takut atau ragu. Saya pikir siswa selalu menganggap guru mereka sebagai musuh mereka. Dengan mentalitas ini, mereka tidak akan pernah bisa dekat satu sama lain, dan selain itu berapa banyak guru yang Anda sukai yang TIDAK ramah, dan agak sombong dan kasar?

2. Pribadi yang Baik

Seorang guru yang baik memiliki kepribadian yang sangat baik. Siswa selalu tertarik pada guru dengan kepribadian baik yang mengarah pada komunikasi, pemahaman, dan hasil yang baik. Setiap orang bisa memiliki kepribadian yang baik, layak, menyenangkan, dan rapi. Hanya berpakaian sopan dan rapi, wangi, dan sedikit lembut dan baik hati. Itu saja.

3. Memiliki Pengetahuan yang Mendalam

Karakteristik penting lain dari seorang guru yang baik adalah pengetahuan dan pendidikannya sendiri. Ada pepatah mengatakan bahwa 'seorang guru sebaik pengetahuannya'. Bagaimanapun, ia sedang melakukan pekerjaan guru, yaitu mengajar. Jika ia sendiri tidak memiliki pengetahuan tentang topik tertentu yang ia ajarkan, ia tidak akan pernah membuat bangga dirinya sendiri. 

4. Seorang Komunikator yang Baik

Salah satu karakteristik penting dari seorang guru yang baik adalah kemampuan komunikasinya. Dia harus menjadi pembicara yang sangat baik. Karakteristik ini akan memberi manfaat dalam beberapa cara. Sebagai contoh:
  • Jika kemampuan berkomunikasinya bagus, ia bisa menyampaikan ceramahnya dengan keterampilan dan hasil yang lebih baik.
  • Jika ia adalah seorang pembicara yang baik, kekuatan kelasnya meningkat secara otomatis. Orang senang mendengar orang yang bisa berbicara dengan cukup baik. 
5. Seorang Pendengar yang Baik

Selain sebagai komunikator yang baik, guru yang baik juga harus memiliki karakteristik menjadi pendengar yang lebih baik. Seperti ada pepatah Turki:

"Jika berbicara adalah perak, maka dengarkan adalah emas."

Ingat, pendengar yang baik akan selalu memiliki banyak teman dan penggemar. Karena orang tidak mau mendengar setiap saat, mereka membutuhkan orang yang bisa mendengarkan mereka juga. Dan ketika seorang guru yang baik mengembangkan kualitas pasien ini dalam dirinya, dia mulai menjadi guru yang hebat.

6. Memiliki Selera Humor yang Baik

Guru yang baik juga harus memiliki kualitas dan karakteristik dalam hal memiliki selera humor yang baik. Ini adalah fakta logis bahwa seseorang pada umumnya mengajarkan generasi berikutnya dan karena mereka lebih muda dari pada profesor, mereka juga diharapkan lebih banyak bersenang-senang di kelas. Jadi, guru yang baik adalah orang yang bisa mengikuti selera humornya, dan dengan kemampuan dan kepribadian komunikasi yang kuat, juga bisa menjaga disiplin kelas.

7. Baik Hati

Yang terakhir tapi jelas salah satu ciri paling penting untuk dimiliki di dalam kotak kualitasnya: ia harus menjadi orang yang lembut, baik hati, sopan, dan baik hati. Siswa harus mencintainya, dan saat mereka mencintainya, mereka mengidolakannya. Kemudian akhirnya, mereka akan menghormatinya, akan mengerjakan pekerjaan rumah, dan akhirnya akan membawa hasil dan hasil yang lebih besar.


Sumber :
https://owlcation.com

Friday, April 7, 2017

TRAGISNYA NASIB IBU GURU INI!!!


Foto : Tribunnews.com

Seorang ibu guru di Texas, Amerika Serikat, Sarah Fowlkes (27) telah ditangkap karena diduga memiliki hubungan yang tidak pantas dengan siswanya yang masih berusia 17 tahun.

Aksi guru sains di Lockhart High School itu terungkap setelah pegawai sekolah mengungkap hubungan khususnya dengan seorang siswanya. Hubungan khusus mereka dilaporkan berada pada tahapan seksual, layaknya dilakukan oleh pasangan yang sama-sama dewasa.

Polisi kemudian menangkapnya dan membawanya ke rumah tahanan di Cadwell County, Texas. Pihak berwenang mengatakan bahwa Fowlkes sering berkomunikasi dengan siswa laki-lakinya secara pribadi dan melalui pesan-pesan khusus. Padahal siswa tersebut masih anak di bawah umur dan Fowlkes sendiri diketahui sudah menikah.

Di situs web sekolahnya, Fowlkes menyebutkan dirinya memiliki moto "harapan yang sangat tinggi terhadap diri saya sebagai guru serta murid dan saya berharap ini menjadi resep untuk prestasi."

Ia juga menambahkan, "Saya ingin ini menjadi tahun yang menyenangkan bagi semua siswa saya tapi juga tahun yang produktif, menantang, dan membuat agar semua orang menjadi sukses."


Menurut laman The Independent dalam brilio.net, Jumat (24/3), Lockhart Independent School District (LISD) mengatakan, Fowlkes, yang telah mengajar di sekolah itu sejak Oktober 2014, telah diskors dan catatan tentang tindakannya telah dikirim ke Badan Sertifikasi Guru di Negara Bagian Texas.

Terkait kasus tersebut membuat para orangtua yang menitipkan anak-anaknya di Lockhart High School terkejut dan kecewa. Beberapa mengatakan bahwa ternyata usia tidak membantu guru dan siswa untuk tetap profesional.

"Keselamatan siswa adalah prioritas paling penting di distrik ini. Segera setelah kami mempelajari laporan tersebut, kami bertindak cepat untuk melibatkan penegak hukum dan aparat agar melakukan investigasi menyeluruh. Kami tidak akan mentolerir setiap komunikasi yang tidak tepat atau kontak khusus antara guru dan murid-muridnya," kata pihak LISD.


Sumberhttps://www.brilio.net

Friday, March 31, 2017

INILAH SOSOK PERIANG LILIS SETIAWATI, GURU KONTRAK YANG TENGGELAM DI ASMAT PAPUA


Foto : kabarpapua.co/Abdel Syah

Sebuah kapal jenis longboat yang mengangkut 11 guru kontrak terbalik di muara Sungai Bayun di Distrik Pantai Kasuari, Kabupaten Asmat, Papua, Senin (27/3/2017) malam. Tiga orang guru gugur saat akan ke tempat tugasnya sebagai pendidik anak-anak dan generasi muda Asmat.

Ketiga pahlawan tanpa tanda jasa yang gugur saat hendak pergi bertugas itu, yakni Lilis Setiawati, Bernat Akanmor, dan Stevanus Sumarno. Bernat dan Stevanus sudah lama berkecimpung sebagai tenaga pendidik di daerah tertinggal di Kabupaten Asmat.

Sedangkan Lilis Setiawati, gadis muda kelahiran 27 september 1994, baru saja ditugaskan sebagai guru kontrak di SD YPPK Bayun Kabupaten Asmat. Dapat kita bayangkan, bagaimana gadis periang ini yang baru saja akan menjadi guru, tiba-tiba semangat itu sirna bersama kepergiannya menghadap Yang Kuasa. 

Foto : kabarpapua.co/Abdel Syah

Dalam foto di atas dapat kita lihat bagaimana sikap seorang Lilis Setiawati yang begitu gembira di saat hari pertamanya akan bertugas dan menyandang gelar guru. Semoga dengan peristiwa ini tidak menyurutkan semangat guru-guru yang akan ditugaskan di daerah tertinggal.

Sumber :

Wednesday, March 29, 2017

TEACHER'S DIARY : SM-3T VERSI THAILAND


Gambar milik Ala Syuk

Teacher's Diary terinspirasi oleh kisah nyata tentang bagaimana dua orang asing (Ann & Song) mengatasi peluang paling mungkin dari menjadi guru sekolah apung bagi anak-anak nelayan dan menemukan cinta dalam halaman-halaman buku harian yang hilang. Ini drama romantis baru dari GTH (salah satu rumah produksi film Thailand) yang didasarkan pada peristiwa yang terungkap setelah seorang guru lupa akan buku hariannya yang tertinggal di sekolah, yang kemudian secara kebetulan ditemukan seorang guru laki-laki yang menggantikan dirinya ditahun ajaran berikutnya. Hingga akhirnya tulisan dalam kertas diari tersebut menjadi ikatan emosional yang begitu kuat dan nyata sehingga dua orang bernasib sama dan belum pernah bertemu sebelumnya tersebut mampu jatuh cinta.

Kisah nyata ini terjadi di sekolah apung bernama "Bann Ko Jatson School (Floating Class Branch)" di Li District, Lamphun Province di Utara Thailand. Namun, film ini tidak syuting di lokasi yang sebenarnya, syuting adegan dilakukan sekolah apung di Kang Ka Jan Natural Park di Phetchaburi Province. menonton film ini mengingatkan kita dengan film Laskar Pelangi adaptasi novel terlaris karangan Andrea Hirata, yang sama-sama mengambil latar belakang cerita tentang guru inspiratif yang bekerja dengan hati ditengah semua keterbatasan sarana prasarana dan kendala sosial masyarakat yang ada. Keadaan dengan tidak ada listrik, layanan telepon atau internet, salah satu guru ternyata menjaga buku harian bergambar, menuangkan pikiran dan rasa frustrasinya ke dalamnya. Tetapi hal yang menarik untuk dilihat dalam film ini adalah pentingnya "jiwa guru" dalam pendidikan, tentang kepedulian dan kasih sayang serta ketelatenan seorang guru untuk membuat siswanya berhasil.

Seperti dalam masyarakat Asia lainnya, guru Thailand yang disebut "Khru" (dari bahasa Sansekerta "guru") profesi yang kehormatannya bukan karena kemampuan profesional, tapi karena kepribadiannya ("Baramee", yang berarti karisma). Bahasa Thailand, menggunakan pasangan kata dimulai atau berakhir dengan istilah "hati", yang disebut "chai". Bandara kata-pasang hanya masuk akal dalam komposisi tertentu. Mereka sangat sering diterapkan dalam situasi pengajaran dan pembelajaran dan mengkarakterisasi hubungan antara guru dan siswa sangat baik. Sebagai contoh, seorang guru harus memiliki hati yang dingin (chai-yen) yang berarti ia tidak boleh mudah menyerah dan  berhati sabar (chai-ron). Hubungan antara guru dan siswa sangat ditentukan oleh harapan-harapan ini. Guru diklaim berwawasan luas (chai-kwang, memiliki hati yang terbuka) dan memiliki sopan santun dalam berbudaya dan perilaku sehari-hari (chai-soong, hati yang tinggi). 

Melalui film ini kita melihat bagaimana dua guru melewati saat krisis dan titik kejenuhan dari menjalankan profesi guru dengan anak-anak yang cukup terbelakang. Ketika ada krisis, Khru Ann, ia melompat tepat ke tengah danau, meskipun dia tidak bisa berenang. Melihat bahwa terkadang sosok guru tidak harus ideal, Khru Ann mewakili guru yang lebih baik - yang lebih cerdas dan lebih terampil. Sedangkan Khru Song harus bekerja keluar masalah aljabar secara pribadi sebelum mempresentasikannya di hadapan anak-anak. Tapi dedikasi Khru Song menghangatkan hati. Dia menghadapi krisis sendiri, dan membangun kembali semuanya, bahkan buku harian itu sendiri. Dia melacak siswa yang dulu sempat keluar sekolah dan membujuk anak itu untuk kembali ke sekolah. Tanpa Song, sekolah kemungkinan tidak akan bertahan.

Guru tetap harus menguasai materi yang diajarkannya tetapi yang lebih penting guru tidak boleh lupa bahwa dia mengajar manusia muda. Membangun generasi masa depan yang suatu ketika akan mengambil peran dalam masyarakat. 

Wai Khru : Cara Thailand Menghargai Guru

Di Thailand, dikenal sebuah budaya yang dinamakan dengan “Wai Khru” atau “Menghormati Guru”. “Wai” sendiri memiliki makna “memberi salam” / menghormati lawan bicara mereka. Biasanya, mereka melakukannya dengan mengatupkan dua telapak tangan mereka untuk memberi hormat kepada lawan bicara mereka. Acara ini biasanya dilaksanakan di awal tahun akademik. Biasanya Wai Khru dilaksanakan pada hari Kamis di bulan Juni. Budaya ini terus dilaksanakan dan dimasukkan dalam kultur pendidikan dasar sampai dengan menengah atas. Selain karena alasan religi, menghormati guru adalah hal yang lumrah dan sudah seharusnya karena guru adalah salah satu unsur yang memberi warna dan arah dalam kehidupan masyarakat Thai. Demikian mereka memberi alasan, mengapa profesi guru sangat mereka hormati.


Dalam kehidupan sehari-hari pun, masyarakat umum sangat menghormati guru, bahkan saat mereka berada di luar sekolah. Bahkan seorang teman, pernah disangka seorang “ajarn” / guru Thailand, gara-gara mengenakan kaus universitas saat pulang ke Indonesia dengan Air Asia Thailand. Akibatnya sang pramugari terlihat agak berlebihan memberikan salam / “wai”. Hanya gara-gara kaos saja.

Untuk diketahui bersama bahwa di Thailand tidak ada program sertifikasi guru sebagaimana di Indonesia, tidak ada spesialisasi guru SD, SMP dan atau SMA/SMK. Kalau memang diperlukan maka seorang dosen pun dapat ditugaskan untuk menjadi guru taman kanak dan siapapun harus siap dengan hal tersebut. Meski dosen tersebut sudah berpendidikan S-3 dan meraih Ph.D diluar negeri, tetap saja diberlakukan aturan yang sama tanpa perkecualian. Hal ini seperti dialami salah seorang dosen kami, Dr. Wanachan Singhchawla yang harus mengajar taman kanak-kanak selain tetap mengajar kami mata kuliah Intermediate Microeconomics di Suandusit University, Thailand. Padahal latarbelakang pendidikan beliau adalah Finance Curtin University of Technology,Australia MBA (Finance) University of Wisconsin at Whitewater, USA dan B.BA.(Finance)University of Wisconsin at Madison, USA. Hingga dapat disimpulkan bahwa profesi guru di Thailand merupakan totalitas diri individu untuk mengabdi, mendidik dan membelajarkan siswa dengan ilmu pengetahuan dan nilai-nilai yang baik, tidak peduli dijenjang mana ia mengajar.

Penghormatan ini bukan hanya omong kosong karena cerita berlanjut ke pandangan masyarakat Thai akan keluarga seorang guru (dalam bahasa Thai : khru atau ajarn). Menurut kultur masyarakat Thai, entah resmi atau tidak resmi, seorang laki-laki yang berprofesi  sebagai guru sudah semestinya memiliki istri dengan profesi yang “sederajat” status sosialnya di masyarakat. Meski barangkali terlihat sangat naif, tapi di balik itu semua masyarakat Thailand sebenarnya ingin menyandangkan status “kepantasan” dan “penghormatan” kepada seorang guru. Bagaimana dengan masalah kesejahteraan persoalan yang sebenarnya sangat relatif dan subyektif. Dan sejauh informasi yang ada, belum pernah ada guru-guru di Thailand yang berbuat anarkis atau melakukan demonstrasi untuk menuntut kenaikan gaji. Profesi guru menurut dosen kami, Mr. Hoon memiliki banyak fasilitas dan keistimewaan di Thailand dibandingkan dengan profesi-profesi lain di negeri ini. Mulai dengan kemudahan memperoleh sejumlah kredit dari banyak sumber-sumber pendanaan, hingga sejumlah hal lain yang diperoleh seiring status sosial masyarakat sebagai guru.

Diakhir tulisan ini marilah kita merenungkan apa yang pernah disampaikan Raja Thailand King Bhumibol dalam pesan bijaknya bahwa guru adalah pilar moralitas suatu bangsa. ...."Teachers do the right thing. They are diligent, persistent, hospitable, idealistic strong and patient. They are disciplined and avoid illicit activities like smoking and drinking. They are also honest, sincere and kind to others. They take the middle way. They are unbiased. They are wise, reasonable and knowledgeable". (His Majesty King Bhumibol Adulyadej of Thailand, 1980:23)

Bangsa yang besar adalah bangsa yang mampu membangun pendidikan terbaik bagi bangsanya bersama keteladan para pendidiknya. Seperti guru dan orang tua sebelum mereka, guru Thai dan guru-guru lain hari ini harus merawat anak-anak secara moral dengan cara apa saja yang diperlukan dan : pelajaran, les dan kebutuhan dasar sehingga anak-anak tumbuh menjadi orang yang baik. Guru ideal ini sebagai orangtua yang bertanggung jawab moral adalah merupakan bagian integral dari warisan budaya bangsa (baca:Thailand). 

Hubungan sosial yang positif, dan atribut pribadi yang memungkinkan mereka,  yang paling penting karakteristik guru Thai yang baik adalah mampu berlaku sebagai "orangtua moral". Semua pandangan ini menjadikan para guru Thai yang baik menyatakan dirinya bahwa saya akan hadir di sekolah dalam perilaku yang baik meliputi karakteristik seperti sopan dan rapi, tutur kata yang ramah, adil dan mendorong. Pesan Raja Bhumibol untuk para guru Thailand (dan para guru yang lain) adalah "...is that if one is emotionally attuned to students, and if one is a good person and role model, ones students will grow up to be good Thai people and citizens. This is what is most important". Ikatan emosional yang selaras kepada siswa, dan dengan pribadi dan teladan guru yang baik, seorang siswa akan tumbuh menjadi rakyat (Thailand) dan warga negara yang baik pula. Dan ini adalah apa yang paling penting dari kesemuanya.  

Nah, pada saat si guru pertama telah pulang ke tempat asalnya, maka digantikan oleh guru baru. Ini sangat persis ketika guru-guru SM-3T di berbagai daerah di Indonesia digantikan oleh angkatan berikutnya di daerah yang sama juga.


Tuesday, March 28, 2017

12 BISNIS SAMPINGAN YANG COCOK BAGI GURU HONORER


Gambar : www.mardiyas.com

Seorang guru honorer atau non PNS tetap mengabdi untuk pendidikan tanpa mempermasalahkan apakah dia sudah PNS atau belum. Meskipun kenyataannya menjadi PNS bakal mendapatkan tunjangan dan gaji yang lebih besar, tapi guru honorer yang tetap tulus mengajar itu tidak bisa digantikan nilainya dengan uang berapapun besarnya. Karena daripada terus menuntut agar diangkat menjadi PNS yang itu belum tentu waktunya, lebih baik mensyukuri apa yang telah diberikannya sekarang dan mencari solusi agar kebutuhan hidup tetap bisa terjaga. Salah satunya dengan mencari bisnis sampingan guru honorer
Guru honorer biasanya memiliki waktu luang yang cukup banyak dibandingkan guru PNS. Untuk itu, waktu luang ini sebaiknya bisa dikonversikan untuk hal-hal positif yang syukur-syukur bisa menambah penghasilan bulanan.
Ada beberapa usaha sampingan yang bisa dilakukan guru honorer, berikut diantaranya :

1. NGEBLOG



Bagi yang gemar menulis, ngeblog atau blogging adalah salah satu cara dalam mensalurkan hobby menulis tersebut. Bagi seorang guru, sangatlah banyak materi atau cerita yang bisa ditulis. Mulai dari pengalaman di sekolah, tutorial membuat perangkat mengajar, informasi seputar pendidikan, atau hal-hal lainnya yang menjadi kegemaran sang guru, namanya juga kaum intelektual yang punya banyak ide menulis. Dengan memanfaatkan blog gratis seperti blogger atau wordpress, sangat mungkin bagi seorang guru honorer menjadikan kegiatan ngeblog sebagai ladang uang. Syaratnya adalah istiqamah dan konsisten dalam menulis. Banyak sekali artikel yang membahas cara menghasilkan uang lewat ngeblog di internet.


2. JUALAN PULSA ELEKTRIK

Tidak dapat dipungkiri era moderen sekarang ini setiap orang tidak dapat dipisahkan dengan gadget, teruma handphone yang sudah menjadi kebutuhan pokok. Jika dulu orang menggunakan handphone sekedar untuk SMS-an ataupun telponan, sekarang banyak sekali fitur yang bisa dipergunakan melalui telepon pintar. Salah satunya adalah sosial media yang paling banyak menghabiskan kuota internet. Hal inilah yang bisa menjadi peluang bagi guru honorer untuk berbisnis pulsa elektrik, termasuk untuk internetan. Saya kisahkan, dulu waktu saya bertugas di daerah 3T, ada seorang teman yang berjual pulsa elektrik. Hampir semua rekan SM-3T mengisi pulsa dari beliau ini, biasanya akan dibayar di awal bulan bersamaan gaji masuk ke rekening. WOW, sungguh super....


3. USAHA LES PRIVAT ATAU BIMBINGAN BELAJAR

Gambar : www.usahasampinganku.com
Kegiatan belajar mengajar bagi seorang guru sudah menjadi darah daging. Oleh karena itulah seorang guru yang berpendapatan kecil sangat cocok untuk memulai usaha sampingan les atau bimbingan belajar. Beruntung jika Anda menguasai beberapa mata pelajaran karena Anda bisa membuka usaha ini dengan klasifikasi lebih dari satu pelajaran. Usaha ini bisa dilakukan di rumah Anda sendiri dengan memanfaatkan ruang tamu ataupun halaman depan. Syukur-syukur jika di dalam rumah Anda ada ruang kosong yang cukup luas untuk belajar. Jika Anda memiliki keterbatasan dalam hal tempat, Anda bisa membuka usala les privat ke rumah murid. Usaha les privat tentunya lebih besar dalam hal salary. Pekerjaan ini bisa dilakukan selama 1 sampai 2 jam, baik sore maupun malam.


4. USAHA LES KOMPUTER

Gambar : www.peluangusahha.blogspot.com
Jika Anda punya komputer atau pun laptop barang dua unit di rumah, sudah sangat layak bagi Anda untuk membuka les komputer bagi siswa SD sekitar tempat tinggal Anda. Tidak usah muluk-muluk, yang penting bagi mereka terlebih dahulu bisa menguasai mater-materi dasar komputer, seperti mengetik dan mengatur margin. Jika sudah lancar, maka materinya bisa ditingkatkan. Biaya les-nya pun bisa Anda atur sendiri. Mudah bukan?





5. USAHA JASA PENGETIKAN DAN PRINTING

Gambar : www.bisnis2016.com
Masih banyak masyarakat yang belum memiliki komputer di rumah sehingga kebutuhan akan pengetikan dan print masih sangat tinggi. Selain itu, kesibukan yang dimiliki banyak orang membuat peluang bisnis ini cukup menjanjikan. Terutama jika Anda tinggal di sekitar kampus, sekolah dan instansi pemerintahan. Peluang ini bisa dimanfaatkan oleh seorang guru honorer yang ingin menambah penghasilan terutama bagi seorang guru Bahasa Inggris, tarif jasa pengetikan dalam Bahasa Inggris lebih mahal ketimbang bahasa Indonesia karena memang tidak semua orang bisa berbahasa inggris.


6. USAHA KERAJINAN TANGAN

Gambar : www.siapbisnis.net
Membuat kerajinan tangan adalah sebuah pekerjaan di waktu senggang yang sedang banyak digandrungi saat ini. Pelakunya pun beragam, mulai dari mahasiswa, siswa, hingga pegawai honorer. Biasanya, membuat kerajinan tangan ini didasarkan pada hobi. Tentunya sah-sah saja jika hobi tersebut dimanfaatkan sebagai usaha sampingan. Beberapa kerajinan tangan yang sedang trend saat ini adalah tas dan dompet rajutan, bros handmade, dan masih banyak lainnya. Usaha sampingan ini sangat cocok dilakukan oleh guru honorer yang ingin menambah penghasilan yaitu dengan cara menjual ke guru-guru lain dan mempromosikannya lewat media sosial. Namun, usaha ini cocok dilakukan oleh kaum hawa saja. Tapi tidak ada salahnya jika dicoba oleh kaum adam.


7. USAHA DI BIDANG PERTANIAN

Usaha dalam bidang pertanian ini merupakan jenis usaha yang sebenarnya sangat cocok untuk negara kita ini. Usaha dalam bidang petanian tidak selalu bermodal besar, namun bisa juga dijalankan dengan modal kecil tergantung tanaman apa yang ingin ditanam. Bagi guru-guru di pedesaan, sangat cocok untuk berbisnis sampingan ini karena ketersediaan lahan yang masih luas. Tanaman yang cocok untuk dijadikan bisnis pertanian adalah cabai, jagung, sayur-sayuran, dan lainnya. Mengurusnya pun bisa dilakukan sepulang sekolah.


8. JADI PENULIS LEPAS

Gambar : blog.duitpintar.com
Cuma modal komputer atau laptop, Anda bisa menjadi penulis lepas. Cukup cari majalah atau website yang menerima tulisan dari luar dan mulailah menulis. Bererapa website yang menyediakan kesempatan bagi penulis lepas adalah Babe dan UC, tentu saja masih banyak lainnya. Jika Anda seorang guru honorer, peluang ini sangat bagus karena dalam website tersebut membebaskan untuk kita menulis tulisan sesuai kategori, termasuk pendidikan dan hobi.


9. MENJADI YOUTUBER PROFESIONAL

Gambar : www.messzelato.hu
Jika Anda membuka video di youtube dan terpampang iklan, itu artinya orang yang mengupload video tersebut adalah youtuber profesional. Mengapa demikian? Karena video yang diupload bukan sekedar untuk bisa ditonton oleh para penonton, tapi juga untuk menghasilkan uang dari iklan tersebut. Sekarang banyak sekali youtuber yang sudah sukses, sampai dibuat film berjudul Youtubers yang mengisahkan tentang kehidupan para youtuber di Indonesia. Bagi Anda guru honorer juga bisa memulai bisnis online ini dengan mengupload video-video bertema pendidikan ataupun hobi Anda. Jangan khawatir jika Anda masih pemula, karena di youtube sangat mudah untuk diterima situs penyedia iklan.


10. MENJUAL PRODUK SECARA ONLINE

Gambar : www.penipuhunter.blogspot.com
Salah satu bisnis sampingan yang mulai diminati para pencari nafkah tambahan adalah menjual produk secara online atau lebih trend dengan istilah olshop. Guru honorer pun banyak yang sudah melakukan aktivitas ini seperti menjual pakaian, sepatu, alat-alat olahraga, alat kosmetik, hijab, kain batik, makanan, dan sebagainya. Yang dibutuhkan hanyalah sosial media untuk mempromosikan produk-produk tersebut. Supaya terlihat profesional, Anda bisa membuka toko online sendiri baik di halaman facebook atau pun di toko-toko online seperti tokopedia, olx, atau pun bukalapak. 


11. USAHA JASA PENERJEMAH

Gambar : www.exptranslation.com
Usaha jasa penerjemah merupakan usaha sampingan yang cocok dijalankan oleh guru honorer bidang bahasa baik bahasa Inggris, Jepang, Mandarin, Arab, dan bahasa lainnya. Usaha ini tidak membutuhkan modal, hanya membutuhkan keterampilan dan kefasihan berbahasa asing saja. Bahkan Anda dapat memulai menawarkan jasa kepada mahasiswa ataupun guru lain yang berbeda jurusan dengan Anda.


12. BERBISNIS MLM SECARA ONLINE

Bisnis MLM online adalah salah satu peluang usaha sampingan yang layak diperhitungkan oleh para guru, khususnya guru honorer. Salah satu bisnis MLM yang banyak direkomendasikan dan bisa dikerjakan secara online adalah bisnis MLM Oriflame, Tupperware, dan masih banyak lagi. Pelaku bisnis MLM juga mendapatkan keuntungan dari hasil penjualan jaringan mereka. Setahu saya, banyak dari guru honorer, terutama alumni SM-3T yang sudah berhasil berbisnis MLM secara online. Yang penting dalam menjalankan bisnis ini adalah konsisten.


Selain 12 bisnis sampingan untuk guru honorer di atas, sebenarnya banyak sekali bisnis sampingan yang bisa dilakukan guru honorer. Intinya adalah mau atau tidak melakukannya. Daripada hanya termenung lesu mengharapkan untuk segera diangkat menjadi PNS, lebih baik berkarya dengan apa yang dikuasainya untuk menghasilkan sesuatu yang bermakna.


Sumber :

Tuesday, March 21, 2017

KUMPULAN PUISI MENYENTUH HATI UNTUK GURU




GURUKU SANG CAHAYAKU
Oleh Dion Apriandi


Gemerlapan bintang dilangit
Bagai kiasan fatamorgana
Curahan hati dan pikiran
Senyuman indah bak taman surga

Guruku sang cahayaku…..
Terangi mimpi khayalku
Warnai semangatku
Penyemangat untuk hari esok

Jiwamu selalu kau abdikan
Untuk para muridmu tersayang
Tak pernah mengenal waktu
Tuk ciptakan motivasi baru

Guruku sang cahayaku…..
Kau adalah lentera dijalan yang sunyi
Kompas arah menuju kesuksesan

Getarkan isi karang dihatiku


PAHLAWAN PENDIDIKAN


Jika dunia kami yang dulu kosong
Tak pernah kau isi
Mungkin hanya ada warna hampa, gelap
Tak bisa Apa-apa, Dan tak bisa Kemana-mana
Tapi kini dunia kami penuh warna
Dengan goresan Garis-garis dan kata
Yang dahulu hanya mimpi
Kini mulai terlihat bukan lagi mimpi
Itu karena yang kau mengajarkan
Tentang mana warna yang indah
Tentang garis yang harus di lukis
Juga tentang kata yang harus di baca
Terimakasih guru ku dari hati ku
Untuk semua pejuang pendidikan
Karena pendidikanlah kita bisa memperbaiki bangsa
Dengan pendidikanlah nasip kita bisa berubah
Apa yang tak mungkin kau jadikan mungkin
Hanya ucapan terakhir dari mulut ku
Di hari pendidikan Nasional ini
Gempitakanlah selalu jiwa mu

Wahai pejuang pendidikan indonesia.


DARI MURIDMU
Oleh Nanda Insadani


Tergurat di hatiku celoteh
yang membosankan
Perihal disiplin, tertib, kesopanan
Demi kami dan untuk kami
Dengan harapan kelak kami mengerti

Risau melanda bila kau ada
Bahagia seisi hati bila kau tak di sisi
Pikiran kami terbalik sejak mengenalmu
Sebab kami telah meremehkan sekepal ilmu

Mari, lumat habis kebodohan kami!
Genggam erat sekarung ilmu yang ingin kau beri
Lalu taburkan di lahan jiwa kami!
Tak lupa, siramilah kami dengan pancuran kasih dari hati

Barangkali dokter, menteri, dan polisi
Itulah buah ajarmu yang kau nanti
Jangan sungkan bila engkau mau mengajarkan
Sungguh, cukup ilmu sejati dan akhlak terpuji untuk kami.


GURUKU LAYAKNYA PELANGI
Oleh Najwa Futhana Ramadhani


Seorang pemberi ilmu itu
Tampak seperti pelangi
Yang kerap mengajari guna ini-itu

Lima belas huruf
Lima suku kata
Digabung dalam satu kalimat
Layaknya pelangi

Dapatkah kuulangi,
Dengan huruf dan suku kata lain?
Empat huruf, dua suku kata,
Guru

Guru layaknya pelangi
Yang selalu berkenan mengajarkan tentang ini itu
Dan selalu memberi motivasi
Agar terus bekerja keras hingga mendapat buahnya yang manis

Guruku layaknya pelangi …
Yang selalu mengajari untuk berbagi
Yang selalu mengajari untuk sesama yang membutuhkan

Guruku layaknya pelangi …


BUNGAKU
Oleh Erina Napitupulu


Guruku……….
Kala fajar menyising,
Lengan baju turut Engkau singsing
Segala milik yang menyamankan
Rela Engkau sisihkan
Kala mentari beranjak senja
Matapun redup seketika
Semua nama selalu Engkau bawa
Dalam doa dan harapan.

Guruku………..
Berlapis peluh.
Bermodal hati juga pengetahuan
Berbagi kepadaku dan kepadanya
Juga mereka.
Seberkas sinar pagimu
Membuka mata hatiku
Selangkah laju kutuju
Kan kusambut disetiap hariku,

Guruku………..
Tak banyak yang akan ku katakan
Karen tanpa katapun jasamu nyata
Mengalir di seluruh jiwa
Tak ada yang dapat kuberikan
Karena tanpa pemberianpun
Jasamu tetap ada.
Trimakasih guruku…..
Selamanya bagiku…….

Doaku untukmu


Sumber :
www.gurungapak.com
www.lokerpuisi.com
www.obatrindu.com